Tentara China dan India Bentrok Lagi, 3 Prajurit India Tewas. Mau Perang?

Situasi di perbatasan India dan China kembali memanas di Lembah Galwan, Ladakh, India, Senin (15/6/2020) malam waktu setempat.

Bentrokan prajurit dari kedua kubu militer terkuat nomer 3 dan 4 dunia itu kembali terjadi.

Dalam pernyataan resmi militer India seperti dilansir oleh New Delhi Television Limited (NDTV), Selasa (16/6/2020). 3 personel tentara India telah tewas dalam insiden terbaru.


“Selama proses de-eskalasi sedang berlangsung di Lembah Galwan, sebuah pertempuran sengit terjadi kemarin kemarin malam ditandai dengan jatuhnya korban seorang perwira dan dua tentara. Pejabat militer senior kedua negara saat ini bertemu di tempat itu untuk meredakan situasi,” tulis pernyataan itu.

Dalam sebulan terakhir tentara India dan China telah terlibat tawuran di kawasan perbatasan. Selain di Ladakh, militer kedua negara juga tampak bersitegang di Pangong Tso, Lembah Galwan, Demchok, dan Daulat Beg Oldie di timur Ladakh.

Kedua negara pernah terlibat perang tahun 1962.

Sejak merdeka dari Inggris pada tahun 1947, India merasa berhak atas seluruh klaim teritorial Inggris semasa menguasai India, dalam hal ini wilayah yang termasuk dalam garis McMahon adalah sudah seharusnya menjadi milik India. Klaim yang ditolak oleh China.

Cina memenangkan perang. Tidak ada perubahan teritorial di timur (Arunachal Pradesh). Ada beberapa pos dan patroli India di barat (Aksai Chin) sebelum perang, namun setelah perang China menguasai Aksai Chin secara keseluruhan.