Pemukulan Wartawan Oleh Oknum TNI Dapat Tanggapan Ketum LSM SITI JENAR

Ada apa dengan Oknum TNI ini,apa yang telah merasuki Oknum TNI AD hingga tega berbuat arogansi terhadap Awak Wartawan ( Nanang ) sehingga melakukan panganiayaan terhadap pewarta tersebut.hal itu terjadi di Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, tepatnya di sebuah warung yang lokasinya berdekatan dengan Stadion Magenda Bondowoso, Jawa Timur.


Kronogis kejadian sekitaran pukul 14.00 Wib,TNI AD tersebut medatangin wartawan yang sedang nongkrong dengan berpakaian Dinas lengkap.kemudian oknum TNI AD tersebut memaki maki sambil melayangkan pukulan ke arah kepala Wartawan tersebut dengan bertubi-tubi serta tendangan ke arah kaki wartawan tersebut.

Nanang selaku korban penganiayaan tersebut menerangkan penyebab oknum TNI tersebut melakukan penganiayaan.

Awalnya saya mendapat Laporan dari warga terkait Adanya penimbunan bahan Bakar BBM jenis Premium bersubsidi, di Pom Kota Kulon jadi permasalahan ini sudah 2 minggu, setelah kami konfirmasi ternyata Premium bersubsidi tersebut milik oknum TNI AD jadi saya tidak menulis, entah mengapa tadi saat duduk di warung dekat Stadion Magenda Bondowoso, Kelurahan Badean Kecamatan Bondowoso oknum TNI AD tersebut langsung menghampiri saya karena melihat Mobil saya terparkir dan memukul saya,” Ujar Nanang.

“Oknum TNI Warsun, itu marah-marah mungkin dendam sama saya karena kegiatan penimbunan BBM yang dia pegang tepatnya di SPBU Kota Kulon itu dipantau sama saya, padahal masalah itu sudah tidak saya publikasikan karena saya masih melihat kemitraan saya dengan Kodim Bondowoso sangat baik, entah kenapa Warsun Tiba tiba kok menyerang saya di warung kopi tadi siang,” ucap Nanang, Sabtu 16/05/20.

Lanjut Nanang menjelaskan bahwa dirinya tidak akan diam saja, ia menegaskan akan menempuh laporan kepada CPM Bondowoso dan akan melanjutkan kejalur Hukum.

Dikala berkordinasi dengan ketua LSM Siti Jenar ( Situbondo investigasi ) Eko Febriyanto,Ia geram setelah diperlihatkan video penganiayaan dan intimidasi oleh oknum berseragam lengkap tersebut. Menerut Eko,menilai dari kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI AD yang berseragam lengkap yang berpangkat Pelda tersebut,merupakan tindakan pidana terhadap wartawan sebagaimana di atur UU Nomer 40 Tahun 1999 tentang pers.

Dalam Pasal 18 Ayat 1 disebutkan, setiap orang yang secara melawan dengan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers,Dipidana dengan pidan penjara palaing lama 2 Tahun Atau Denda Sebanyak 500 juta.

“Dalam bekerja,jurnalis memiliki hak Untuk mencari,menerima,mengelola dan menyampaikan Informasi sebagaimana dijamin secara tegas tertuang di pasal 4 Ayat 3.kami akan mendesak pihak Kodim 0823 Situbondo ( Bila benar yang bersangkutan memang Benar Berdinas Dikodim 0823) Agar oknum TNI AD tersebut yang melakukan kekerasan terhadap Wartawan Saat meliput,baik yang melibatkan anggotanya,apalagi kekerasan yang dilakukan anggota tersebut terekam jelas dalam video.” Ujar Eko.

Secara khusus,Aturan tindak pindana yang dilakukan Oknum TNI AD tersebut,tertuang dalam kitab Undang-Undang Hukum Militer ( KUHPM ).Namun demikian,pada pratiknya yang digunakan bagi anggota TNI AD yang melakukan Tindak pidana,dikategorikan Sebagai tindak pidana Umum dan tetap menggunakan aturan yang terdapat dalam kitab Undang-Undang Hukum pidana ( KUHP ).Akan tetapi tetap diadili di pengadilan militer.Dalam hal ini,Anggota TNI yang melakukan pemukulan terhadap warga dapat dikenakan pasal 351 ayat 1,ayat 2 atau ayat 3 KUHP.” Tutur Eko.

“Persoalan ini akan saya laporkan ke pihak CPM Bondowoso untuk mendapatkan keadilan terhadap perbuatan Oknum TNI AD yang arogan dan main hakim sendiri,” tegasnya.( Sun ).