Ketahuan! Armada China Masuki ALKI I Indonesia, F-16 TNI AU Langsung Intersep Fregat Jiangkai II Class PLA Navy di Riau

Pandemi corona tidak menyurutkan niat militer China untuk tetap menggelar armada perangnya di lautan pasifik.

Beberapa negara yang bersinggungan dengan China mengenai tumpang tindih wilayah laut seperti Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina dan Taiwan mulai siaga penuh.

Indonesia juga siapa penuh walau tak ada wilayah lautnya yang diklaim oleh China.

Meski demikian wilayah ALKI I (Alur Laut Kepulauan Indonesia) I kerap dilalui oleh berbagai macam kapal niaga maupun perang.

Mengutip laman resmi tni-au.mil.id, pada Rabu (6/5/2020) lalu, dua jet tempur F-16 diterbangkan untuk melakukan patroli udara di wilayah ALKI I.


"Ini bukan merupakan alasan untuk menurunkan kesiapsiagaan di bidang pertahanan, TNI AU selalu siap dalam melaksanakan tugasnya, yaitu menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional," ujar Ronny Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M. seperti dikutip dari laman resmi tni-au.mil.id, Kamis (14/5/2020).

Benar saja saat F-16 sudah berada di lokasi, mereka memergoki beberapa kapal.

Mengutip dari unggahan akun instagram @lanud_roesmin_nurjadin pada 6 Mei 2020, nampak pada slide pertama seperti kapal tanker.

Sedangkan pada slide kedua juga nampak kapal dengan cat abu-abu.

Slide kedua dalam unggahan itu disinyalir ialah kapal perang milik PLA Navy China Type 903A Replenishment Ship milik PLA Navy China.


Namun ternyata bukan itu saja, melansir unggahan akun instagram @skadronudara16, Senin (18/5/2020) ternyata F-16 TNI AU juga mengintersep Fregat Jiangkai II Class PLA Navy ikutan melintas.


"Wabah pandemi corona dan puasa bukan merupakan suatu alasan bagi Kami untuk menjalankan tugas Negara, Kami ikhlas dan siaga senantiasa demi menjaga Kedaulatan wilayah udara NKRI dimana pun dan kapan pun"
.
.
.
Excel and Valiant
In frame : F 16 Fighting Falcon keep an eye on Chinese Navy Ship" bunyi caption dalam unggahan @skadronudara16.

Sementara itu mengutip eng.chinamil.com.cn, dalam keterangannya PLA Navy diketahui memang sedang melayarkan armada kapal perangnya memasuki ALKI I.

Dalam armada itu disinyalir juga terdapat kapal Destroyer Type 052D Luyang III Class, Taiyuan.

Pelayaran armada ke-35 PLA Navy itu bertujuan ke Teluk Aden sekitaran Somalia melewati ALKI I untuk melaksanakan misi patroli Anti Pembajakan China disana.


Diketahui jika Type 054A Jiangkai II Class merupakan kapal perang jenis Fregat yang dibuat pada tahun 2005 di galangan kapal Huangpu Shipyard di Guangzhou.

Lantas dua tahun kemudian ia mulai berdinas aktif pada 2007, proses yang sangat cepat untuk membuat kapal perang.

Jiangkai II Class punya 'kakak' yakni Type 054 yang sudah dibuat sebelumnya.

Sebagai kapal kombatan garis depan, Jiangkai Class dibekali segala piranti pertempuran masa kini.

Sebut saja ada empat macam tipe radar 3D dan yang paling canggih adalah Type 382 Radar.

Untuk persenjataannya, Jiangkai Class sudah dibekali misil pertahanan udara HQ-16 dengan 32 peluncur rel vertikal untuk menangkis serang rudal musuh.

Ia juga dibekali roket anti kapal selam Yu-8, Naval Gun 76 mm jenis PJ26, Close In Weapon System (CIWS) Type 730, torpedo Yu-7, Torpedo Type 87, hingga dapat didarati helikopter maritim Harbin Z-9C.


Yang paling menarik dan mengerikan dari Jiangkai Class adalah dicangkokannya rudal subsonic YJ-83J misil (Kode NATO : CSS-N-8 Saccade) buatan China Aerospace Science and Industry Corporation.

Versi ekspor dari rudal anti kapal ini bernama C-802.

YJ-83J dapat melesat secepat 0.9 Mach dan mampu menghantam target sejauh 120-200 km.

Bahkan rudal ini sudah mendapat cap Battle proven dimana Hezbollah Lebanon menghantam korvet Israel yakni INS Hanit yang menyebabkan kapal perang itu rusak parah.

Selain digunakan oleh China, YJ-83J juga dipakai oleh militer Aljazair, Bangladesh, Iran, Yaman, Pakistan dan Myanmar.

ig