Kata Jokowi, Militer Indonesia TNI Terbaik di ASEAN, Ungguli Israel dan Korea Utara

Soal klaim Presiden Jokowi, Militer Indonesia TNI terbaik di ASEAN, ternyata ungguli Israel dan Korea Utara, ini faktornya.

Presiden Jokowi pernah mengklaim Militer Indonesia terbaik di ASEAN, hal ini merujuk pada kekuatan TNI.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi pada tahun lalu.”Kekuatan TNI kita nomor satu di ASEAN. Artinya, TNI kita kuat sekali.”

“Jadi jangan sampai ada yang meremehkan TNI kita,” ucap Presiden Jokowi pada saat itu seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Lantas benarkah klaim Presiden Jokowi soal Militer Indonesia terbaik di ASEAN ?


Jangankan ASEAN, justru Militer Indonesia sanggup mengungguli Israel dan Korea Utara.

Coba tengok mengenai kekuatan Militer negara di dunia yang dirilis oleh Global Firepower.

Dalam akun resminya, www.globalfirepower.com, pada Minggu (10/5/2020), mereka kembali merilis negara-negara dengan kekuatan Militer terbaik di dunia.

Perilisan itu berdasarkan hasil survei yang menggunakan 55 parameter individual untuk menentukan skor PowerIndex suatu negara.


Jadi, tidak peduli apakah itu negara maju atau negara miskin, negara yang kuat secara teknologi, atau negara yang alami perang saudara, semua bisa masuk.

Dan survei ini juga tidak menghitung soal senjata nuklir.

Hasilnya, ada 138 negara yang diperhitungkan kekuatan militernya.

Nomor satu masih dipegang oleh Amerika Serikat, disusul Rusia, dan nomor tiga adalah China.

Dan hebatnya, Indonesia menempati posisi ke 16 di tahun 2020 ini.

Terlihat, Indonesia mengantongi PowerIndex (PwrIndx) 0,2544 dari 0,0000 PwrIndx yang dianggap sempurna.

Disebut juga bahwa Indonesia memiliki lebih dari 800 ribu anggota Militer.

Dari data itu, maka Indonesia masih menjadi negara dengan kekuatan Militer terkuat di Asia Tenggara.

Bahkan Indonesia berada di atas beberapa negara yang dikenal punya kekuatan Militer yang hebat.

Contoh, Indonesia berada di atas Israel yang beradal di posisi ke 18.

Tercatat Israel memiliki PwrIndx 0,3111 dan anggota Militer yang dimilikinya kurang lebih sebanyak 615 ribu.

Lalu ada Korea Utara yang berada di urutan ke 25.

Negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un itu memiliki PwrIndx 0,3718.

Sementara negara tetangga Indonesia, Malaysia berada di urutan ke 44 dengan 0,6546.

Salah satu alasan mengapa kekuatan Militer Indonesia sangat tangguh adalah karena satuan elit Militer Indonesia bahkan levelnya sudah mendunia.

Meski kalah jumlah di alutsista darat dan udara, namun Indonesia menang telak pada alutsista lautnya.

Punya senjata canggih


Dua tahun lalu terjadi konflik brutal di Nduga, Papua, yang diprakarsai oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Gerakan separatis tersebut tergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang keduanya dipimpin oleh Egianus Kogoya.

Pada tahun 2018, ada 19 orang pekerja proyek Trans Papua tewas di Nduga.

Mereka adalah korban pembunuhan keji KKB dan OPM.

Egianus Kogoya adalah sosok di balik gerakan separatis tersebut.

Pada waktu itu ia sebutkan ia siap perang tetapi di darat saja.

Ia tidak mau meladeni TNI jika TNI gunakan senjata canggih seperti helikopter dan serangan bom udara.

Hal tersebut ia sampaikan dalam postingan Facebook di akun Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang membuat publik merasa heran dan konyol.

Dianggap konyol karena Egianus Kogoya menawar pihak TNI agar tidak menggunakan helikopter dan bom.

Selama ini di pemberitaan hanya helikopter Bell 412 dan Mi-17 saja yang terlihat di Papua.

Kedua heli itu pun merupakan jenis angkut.

Lantas kenapa Egianus Kogeya amat takut dengan helikopter milik TNI ?

Pantas saja kalau ia benar-benar takut, karena alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI paling mutakhir sama sekali belum diterjunkan untuk menumpas OPM.

Dalam inventorinya, TNI mempunyai Skadron 31/Serbu Penerbad yang bersarang di Semarang.

Isian Skadron 31/Serbu ini beragam, mulai helikopter Mi-17, Bell UH-1 Iroquis, Mi-35 Hind E dan AH-64 Apache.

Dua nama terakhir inilah yang menjadi momok bagi Egianus Kogeya dkk jika sudah diterjunkan ke palagan Papua.

Dikutip dari Boeing, AH-64 Apache yang dimiliki Indonesia adalah varian paling canggih yakni Guardian.

Kemampuan AH-64 Apache ini sangat mengerikan.

Pilot bahkan tinggal mengaktifkan helm Head Mounted Display (HMD) di mana moncong senapan mesin dapat diarahkan dan mengunci sasaran hanya dengan menggunakan pandangan pilot.

Belum lagi senjata andalannya berupa AGM-114 Hellfire yang bisa meluluhlantakan kendaraan lapis baja dalam sekejap.

Sedangkan Mi-35 dijuluki Tank Terbang atau Si Monster asal Rusia.

Alutsista TNI AD (Penerbad)


Dikutip dari Airforce Technology, Mi-35 memang menyandang julukkan tank terbang karena heli ini kebal akan tembakan senapan mesin layaknya kepunyaan kombatan OPM.

Kokpit pilot Mi-35 juga tahan akan peperangan Nuklir dan Bio-Kimia (Nubika).

Sama seperti Apache, Mi-35 juga dilengkapi rudal penggasak tank, yakni AT-9 Spiral-2.

Baik Apache maupun Mi-35 dapat terbang, melacak dan menembak sasaran dalam cuaca apapun, siang maupun malam.

Kemudian ada pesawat Embraer 314 Super Tucano buatan Brazil yang bermarkas di Skadron Udara 21 Lanud Abdurrachman Saleh, Malang.

Dikutip dari Defense Embraer, Super Tucano sendiri ialah pesawat Counter Insurgency (COIN) di mana ‘makanan’ utamanya ialah menumpas konflik intensitas rendah macam gerakan separatis.

Ia dapat menggotong muatan berupa bom MK-81/MK-82, bom bakar, roket dan rudal darat-ke udara Sumber: