Kalahkan Peringkat Israel, Indonesia Kembali Masuk Daftar Militer Terkuat di Dunia, Ternyata Ini yang Bikin TNI Unggul

Kekuatan militer Indonesia semakin diperhitungkan sebab TNI mampu memperlihatkan prestasi di tingkat dunia.

Global Firepower kembali merilis hasil hasil survei ini menggunakan 55 parameter individual untuk menentukan skor PowerIndex suatu negara.

Hal ini memungkinkan negara-negara yang lebih kecil, lebih maju secara teknologi, untuk bersaing dengan negara-negara yang lebih besar dan kurang berkembang.


Survei ini tidak memperhitungkan persediaan persenjataan nuklir meski negara yang diyakini memiliki kekuatan nuklir memiliki penilaian tersendiri.

Dilansir Gridhot dari globalfirepower.com, saat ini ada 138 negara yang diperhitungkan kekuatan militernya.

Di tahun 2020 ini, Indonesia menempati posisi ke-16 dari 138 negara.

Indonesia mengantongi PowerIndex (PwrIndx) 0,2544 dari 0,0000 PwrIndx yang dianggap sempurna.

Indonesia memiliki lebih dari 800 ribu anggota militer.

Sementara itu, meski dalam status yang selalu siap siaga, Israel berada 2 peringkat di bawah Indonesia, yakni menduduki posisi ke-18.

Pasukan militer Israel menjadi salah satu yang paling cakap di dunia, terlepas dari ukurannya.

Meski demikian, posisinya kini tetap berada di bawah Indonesia dengan PwrIndx 0,3111.

Dari sekitar 8 juta penduduk Israel, anggota militer yang dimilikinya kurang lebih sebanyak 615 ribu.

Jauh di bawah Indonesia dan Israel, Malaysia menduduki peringkat 44 dari 138 negara menurut globalfirepower.com.

Di tahun 2020 ini, Malaysia memegang PwrIndx 0,6546 dari 0,0000 yang dianggap sempurna.

Berdasarkan PwrIndx tersebut, nilai Indonesia tentu jauh lebih tinggi ketimbang Israel dan Malaysia.

Bisa dibilang Indonesia adalah negara yang tangguh.

Pasalnya, Indonesia memiliki anggota militer yang jauh lebih banyak.

Bahkan tak hanya itu saja, satuan elit militer Indonesia bahkan levelnya sudah mendunia.

Meski kalah jumlah di alutsista darat dan udara, namun Indonesia menang telak pada alutsista lautnya.

Malaysia hanya memiliki 61 total aset, Israel hanya mengantongi 65 aset, sedangkan Indonesia jauh lebih unggul dengan 282 total aset.

Hal tersebut sekaligus membuat Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara.