Inilah Tujuh Profil Perwira Tinggi TNI yang Berpeluang Gantikan KSAL

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji diketahui akan segera memasuki masa pensiun pada bulan Mei 2020. 

Hingga saat ini belum ada informasi siapa sosok yang disiapkan untuk menggantikan Siwi memimpin matra laut ke depannya. 

Namun, Tribunnews.com telah merangkum nama-nama perwira tinggi TNI bintang tiga di matra laut yang kemungkinan berpeluang menggantikan Siwi. 


Dari matra laut, terdapat tujuh nama perwira yang memiliki bintang tiga atau setara dengan pangkat Laksamana Madya. 

Berikut nama-nama perwira tersebut dan profilnya :


1. Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Mintoro Yulianto

Mintoro, pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat pada 57 tahun yang lalu tersebut merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXI atau tahun 1986. 

Saat berpangkat Laksamana Muda atau bintang dua, Mintoro pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Sumber Kekayaan Lemhanas pada 2018. 

Pada tahun yang sama, ia kemudian diangkat menjadi Panglima Komando Armada II sebelum akhirnya dipromosikan menjadi bintang tiga dengan menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Laut. 

 2. Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) Laksamana Madya TNI Aan Kurnia

Aan Kurnia merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke- XXXII atau tahun 1987. Saat ini pria asli Kepulauan Riau tersebut masih berusia 54 tahun. 

Saat berpangkat Laksamana Muda atau bintang dua, Aan pernah menjabat sebagai Pangkolinlamil (2015-2016), Pangarmabar (2016-2018) sebelum diangkat sebagai Asops KSAL (2018).

Adapun sebelum menjabat sebagai Kabakamla sejak tanggal 31 Januari 2020 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 17/TPA/2020, Aan sempat menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI. 

3. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Laksamana Madya TNI Agus Setiadji

Pria asal Semarang, Jawa Tengah ini merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) dari kecabangan Korps Elektronika tahun 1985. 

Agus yang saat ini berusia 57 tahun sempat bertugas di Kemenko Polhukam. Pada 2015-2016, dia menjabat sebagai Staf Ahli bidang Ketahanan Nasional Kemenko Polhukam. Setelahnya ia menjadi Plt. Deputi Polugri Kemenko Polhukam selama setahun lamanya. 

Agus kemudian dimutasi menjadi Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut RI (2017). Kemudian, dia mengemban tugas di Kementerian Pertahanan dengan menjadi Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan RI (2018-2019). Sebelum akhirnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kemhan RI. 

4. Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Sesjen Wantannas) Laksamana Madya TNI Achmad Djamaluddin

Achmad Djamaluddin adalah alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1984. 

Pada 2012 hingga 2016, Achmad didapuk menjadi Pembantu Deputi Urusan Lingkungan Strategis Regional Kedeputian Pengkajian dan Penginderaan. 

Kemudian pria asal Kudus, Jawa Tengah tersebut dimutasi menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Intekmil Panglima TNI (2016-2017) sebelum diangkat menjadi Deputi IV Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI. 

Setelah dua tahun bertugas di Kemenko Polhukam, Achmad diangkat menjadi sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Sesjen Wantannas) menggantikan Letnan Jenderal TNI Doni Monardo berdasarkan Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor 554/Kep/2019 tanggal 27 Mei 2019. 

5. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Yudo Margono

Yudo merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXIII atau tahun 1988. Di usianya yang masih 54 tahun, Yudo sudah menyandang bintang tiga dengan pangkat Laksamana Madya. 

Karir pria asal Madiun, Jawa Timur itu diawali sebagai Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 (1988). Namun karirnya mulai menanjak semenjak menjabat sebagai Kepala Staf Koarmabar pada 2016 hingga 2017. 

Semenjak itu, dia mendapat promosi menjadi Pangkolinlamil (2017-2018), Pangarmbar (2018), Pangarmada I (2018-2019), sebelum akhirnya didapuk sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I sejak 24 September 2019. 

6. Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI Letnan Jenderal (Mar) Bambang Suswantono

Bambang merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXII atau tahun 1987 dari satuan Korps Marinir. 

Pria berusia 54 tahun tersebut pernah ditugaskan dalam beberapa satuan tugas di sejumlah wilayah. Seperti di Satgas Pemburu Timor Timur 1995-1996, Satgas PPRM Ambon 1999-2000, dan Satgas Yonif 7 Marinir di Nanggroe Aceh Darussalam 2004-2005. 

Tak hanya itu, Bambang yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah juga pernah ditugaskan sebagai pasukan pengamanan presiden. 

Pada 2014, ia didapuk menggantikan Brigjen TNI (Mar) Guntur Irianto Ciptolelono untuk menjabat posisi Wakil Komandan Pasukan Pengamanan Presiden. 

Dua tahun bertugas sebagai wakil komandan, Bambang kemudian dipromosikan menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden berdasarkan Keputusan Panglima TNI nomor Kep/404/V/2016 tanggal 20 Mei 2016. 

Setelahnya, Bambang sempat menjabat sebagai Dankomar (2017-2018) dan Aspotmar KSAL. Dan sejak 31 Januari 2020 lalu, ia diangkat menjadi Komandan Jenderal Akademi TNI menggantikan Aan Kurnia yang ditugaskan menjadi Kabakamla. 

 7. Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian

Amarulla merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXIII atau tahun 1988.

Dalam karirnya, Amarulla pernah bertugas sebagai ajudan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2009-2012.

Selepas itu, ia kemudian menjabat sebagai Kepala Staf Guspurlabar (2012-2013) dan Komandan Guspurlabar (2013-2014).

Di tahun 2013, ia juga meraih gelar Doktor dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia dengan disertasi berjudul 'Globalisasi dan Transformasi Institusi Pendidikan TNI AL: Suatu Kajian Sosiologik atas Sekolah Staf dan Komando TNI AL'. 

Pada 2014-2016, Amarulla ditugaskan sebagai Kepala Staf Koarmabar. Dia juga sempat menjadi Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan RI selama dua tahun. 

Amarulla kemudian didapuk menjadi Komandan Seskoal pada tahun 2018 hingga 2020. Namun pada 2020, dia kembali ke Unhan dengan jabatan Rektor.